Surat Untuk Kekasih
Cinta menggumpal di hati, pecah di mata kemudian mengalir ke penjuru tubuh. pada setiap luka ada embun dan salju yang meringankan bebannya. Rindu adalah kekal jika kau tanyakan pada siapa dan untuk apa, tak kan kutemukan jawabnya walau hanya sejenak.Cemburu lahir di rahim wanita , tumbuh di tulang belikat dan menjadi dewasa di sel-sel otak. Aku menunggu datangmu dalam diam, diam yang membuatku tampak lebih kuat dan dewasa dibanding tahun-tahun kemarin.
Hidup mengajarkan kita untuk bertahan dan tidak untuk membandingkan segala yang kita punya dengan orang lain karena itu hanya akan melukai jiwa dan hati nurani Bernapas dalam udara yang penuh kemunafikan, aku tahu rasanya sayang., Ia seperti mencekikmu , dan ketika kau hampir mati ia akan menghampirimu kemudian menciummu seolah ingin memberikan nafas buatan. bukankah kita tidak butuh semua itu ?
ketidakberadaanmu bukanlah hukuman bagi ikatan kita, bukan pula cemohan yang menggetarkan Arsy-NYA karena perpisahan. Kita sama-sama tidak punya sesuatu apapun untuk dibanggakan. Namun cintamu membuatku hidup dalam debu dan air yang mengembun awan-awan kota tua. Awan itu kelak akan menjadi hujan sayang, dan rumah yang belum beratap ini akan dibanjiri oleh limpahan air dari langit. Kau akan tersenyum pada akhirnya mengingat betapa Maha Pemurahnya Allah.
Mungkin setelah itu kita tidak tahu lagi bagaimana cara untuk tersenyum karena semua permasalahan akan menimpa, menimbun, membelenggu dan bahkan menguliti kita. Pada saat itu, kita tahu bahwa cinta bukan suplemen murahan pengokoh ikatan suci ini, kita butuh sesuatu yang lebih besar dari itu semua, sesuatu yang melingkupi kita dengan cahaya dan membunuh bakter-bakteri kebosanan yang lama menggerogoti mahligai kita.
Aku mencintaimu dengan ketidakpuasaanku, dengan kelemahanku, dengan kesombonganku, aku mencintai kesabaranmu, kemandirianmu, kekuatanmu, dan segala yang ada padamu, Aku mencintai udara yang kau hirup, keluargamu, kota yang membesarkanmu, bahkan tumbuhan hijau yang kau tanam dalam pot-pot di apartemenmu. Aku mencintai mereka semua karena mereka merupakan bagian dari hidupmu.Aku mencintaimu dengan angkuhku, dengan kelemahanku, juga dengan kehambaanku pada Sang Maha Kuasa.

6 Comments:
Aish..kamu penuh dgn misteri..ciee..or should I say romantis????
Eh gimana cerita ttg si abang,jd dateng gak??Katanya mau cerita*nagih*
Proses selidik mode.on
Gambar baju pengantin
jadiiiiiii??????????????
hmm hmmm hmmm hmmmmm
Teh Deasy...udah dateng, makanya langsung mengeluarkan jurus romantis hehhehe :D:D..dooooohh..sibuksss nih ..sibuk apa ayoo..banyak midterm...ntar ceritain deh
Teh Ophi, untuk keterangan lebih lanjut coba dikonfirmasi ke teh deasy :D:D:D, deuuuu berasa juru bicara ajah..btw, baju pengantinnya cantik ngga? punya saya loh :P
Aish...:-) Si Abang dateng ya...:-)
Apa kabar kalian?....wuih..membaca postingan ini berasa ikutan romantis deh...
Bunda lagi jenuh aja..jadi pingin offline dulu...:D
Met nyiapin mid term assignment ya..
Iya nih Bunda...jadi double sibukss nya..
ya udah istirahat dulu aja ya nanti kalau udah recharged nge blog lagi ya...( hugsss )..take care Bunda
Masha Allah, aku seneng baca tulisan2 mu yg romatis begini.
Post a Comment
<< Home